JAYAWIJAYA – Aparat kepolisian bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus pembunuhan terhadap sopir travel bernama Aris Sanda.

Korban, yang diketahui merupakan warga Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditemukan tewas usai diserang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Tim gabungan tiba di tempat penemuan jasad korban yang berada di sekitar kawasan Danau Habema pada Rabu (16/9/2026) siang, sekitar pukul 13.15 WIT.

Saat ditemukan, jenazah Aris berada di dalam kendaraan miliknya yang sudah dalam keadaan hangus terbakar.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, mengonfirmasi bahwa jasad korban langsung dievakuasi dari lokasi penemuan menuju rumah sakit setempat guna penanganan medis lebih lanjut.

“Jenazah korban dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter,” ujar AKBP Anak Agung dalam keterangan resminya.

Rombongan evakuasi tiba di ruang jenazah RSUD Wamena sekitar pukul 15.25 WIT. Tim medis di rumah sakit langsung melakukan tindakan visum guna mengidentifikasi kondisi fisik korban secara menyeluruh, sekaligus mengaitkan sebab dan mekanisme kematian Aris secara medis.

Pihak kepolisian memastikan seluruh rangkaian proses penanganan jenazah hingga penyerahan kepada pihak keluarga berjalan kondusif.

Setelah seluruh proses medis awal di rumah sakit selesai, jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk diproses lebih lanjut menuju pemakaman.

Meski proses evakuasi telah selesai, pihak Polres Jayawijaya menegaskan bahwa penanganan perkara ini belum usai. Kepolisian terus bergerak mengumpulkan petunjuk di lapangan serta memburu para pelaku penyerangan tersebut.

“Polres Jayawijaya terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap peristiwa tersebut dengan mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian,” tegas AKBP Anak Agung.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi penyerangan ini bermula saat korban tengah mengemudikan kendaraan lajuran yang membawa rombongan penumpang di jalur penghubung Wamena menuju Mbua pada Selasa (15/9/2026) pagi, sekitar pukul 06.00 WIT.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema mengungkapkan bahwa rombongan kendaraan tersebut mendadak dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata di tengah perjalanan. Para pelaku lantas memeriksa satu per satu identitas pengemudi beserta penumpang.

Dalam pemeriksaan tersebut, kelompok bersenjata memisahkan Aris Sanda dari rombongannya. Para penumpang diminta untuk memutar balik menuju arah Wamena, sementara Aris dibawa pergi dan disandera ke arah kawasan Danau Habema.

Diduga kuat, eksekusi terhadap korban dilakukan para pelaku tak jauh dari area persimpangan Danau Habema, tepatnya di kawasan Gunung Boy, Distrik Trikora. Korban diduga dieksekusi menggunakan senjata api sebelum akhirnya jasadnya dimasukkan ke dalam kendaraan.

Menanggapi laporan kehilangan dan penghadangan tersebut, tim Koops TNI Habema bersama kepolisian langsung menyisir area yang diperkirakan menjadi rute pelarian pelaku.

Dalam proses pencarian itu, petugas menemukan satu unit mobil milik korban yang sudah ludes terbakar dengan kondisi jenazah pengemudi masih berada di dalamnya.

Saat ini, aparat keamanan terus memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan di wilayah Jayawijaya guna mengantisipasi gangguan keamanan susulan sekaligus mempersempit ruang gerak kelompok pelaku. (***)