NASIONAL.ID – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), sedang melakukan penyelidikan mendalam atas penemuan jasad seorang wanita muda berinisial AN (22).

Korban ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di area perkebunan warga tepatnya di Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konsel, pada Rabu (16/9/2026).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat berinisial SP sekitar pukul 10.10 WITA.

Saat ditemukan di lahan perkebunan milik NT, kondisi korban sudah tidak bernyawa dengan kain yang menyumbat mulutnya.

Kasat Reskrim Polres Konsel, AKP Taufik Hidayat, yang dikonfirmasi oleh awak media membenarkan penemuan mayat manita muda tersebut.

Taufik menegaskan bahwa jajarannya sedang bekerja di lapangan untuk mengusut tuntas penyebab kematian korban.

“Iya, saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Korban ditemukan meninggal dunia,” ujar AKP Taufik Hidayat saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Usai menerima laporan dari warga yang gempar atas penemuan jasad tersebut, personel Polsek Tinanggea bersama Tim Identifikasi Polres Konsel langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Petugas langsung memasang garis polisi, mengamankan area sekitar, dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal.

Berdasarkan identifikasi sementara, korban diketahui merupakan warga yang berdomisili di Kecamatan Baito, Konsel. Sehari-hari, korban diketahui bekerja sebagai karyawan di salah satu rumah makan di kawasan Kecamatan Tinanggea.

“Kami sudah amankan TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ungkap Taufik.

Untuk kepentingan penyelidikan dan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, polisi telah merujuk jasad AN ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan tim medis forensik guna melakukan autopsi terhadap jenazah wanita muda tersebut.

“Kami sudah melakukan proses penyelidikan sementara dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara. Kami juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk proses autopsi,” pungkasnya.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mengumpulkan bukti petunjuk tambahan serta memeriksa sejumlah saksi kunci untuk merangkai kronologi kejadian sebelum korban ditemukan tewas di area perkebunan tersebut. (***)