Nasional.id – Sebuah kios penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbakar pada Kamis dini hari (4/6/2026).
Peristiwa itu menewaskan empat orang yang masih satu keluarga. Mereka ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.
Keempat korban masing-masing diketahui bernama Kristianto Hurinday, Elisabeth Utu Lendi, serta dua anak mereka yang masih kecil bernama Stela Nday Ngana dan Aneta Widiyantari.
Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawa, membenarkan bahwa kios eceran BBM tersebut terbakar dan merenggut empat korban jiwa.
Ia menyebut bahwa seluruh korban telah dievakuasi dari reruntuhan bangunan dibawa ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu untuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan awal, kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 WITA saat sebagian besar warga tengah terlelap.
Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan kios berukuran sekitar 3×4 meter yang didominasi material kayu dan anyaman bambu, sehingga mudah terbakar.
Warga yang mengetahui kejadian itu sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan air dari sumber terdekat.
Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kobaran api yang diduga dipicu oleh keberadaan bahan bakar di dalam kios, ditambah keterbatasan suplai air di lokasi kejadian.
Dalam waktu singkat, api menghanguskan seluruh bangunan beserta isinya hingga rata dengan tanah.
Setelah api berhasil dipadamkan, warga bersama aparat yang melakukan penyisiran menemukan empat korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa di antara puing-puing.
Petugas dari Polres Sumba Timur yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan sumber api yang memicu insiden maut tersebut.
Sementara itu, warga sekitar masih diliputi duka dan rasa syok atas peristiwa yang merenggut satu keluarga sekaligus itu. (***)





Tinggalkan Balasan