NASIONAL.ID – Gelombang protes pencinta sepak bola dunia terhadap langkah Timnas Argentina di ajang Piala Dunia 2026 kini berujung pada gerakan boikot masal. Sebuah petisi online usir Lionel Messi atau dengan kata lain menuntut agar sang juara bertahan tersebut didepak dari kompetisi, dilaporkan telah menembus angka yang cukup fantastis.

Hingga Jumat, 17 Juli 2026, situs kampanye argentinaout.com mencatat lebih dari 12,5 juta orang telah membubuhkan tanda tangan digital mereka. Angka ini melonjak dua kali lipat hanya dalam kurun waktu 48 jam, menyusul lolosnya Argentina ke babak puncak usai mengandaskan perlawanan Inggris dengan skor tipis 2-1 di laga semifinal kemarin.

Para penandatangan petisi menuduh federasi sepak bola tertinggi dunia (FIFA) dan korps baju hitam (wasit) telah berbuat curang demi memuluskan jalan bagi sang mega bintang, Lionel Messi.

Awal Mula Kontroversi: Tragedi ‘VARgentina’ Kontra Mesir

Kemarahan publik internasional sejatinya mulai membara sejak laga dramatis di babak 16 besar yang mempertemukan Argentina dengan Mesir.

Dalam pertandingan penting itu, tim ‘Tango’ yang sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2 di menit-menit akhir.

Namun, kemenangan tersebut dinilai penuh dengan kejanggalan. Dua keputusan wasit melalui Video Assistant Referee atau VAR memicu protes keras dari skuad Mesir:

1. Gol ketiga Mesir yang seharusnya sah, dianulir secara kontroversial setelah peninjauan VAR yang sangat panjang.

2. Gol penentu kemenangan Argentina di masa injury time tetap disahkan wasit, meski dalam proses serangan balik tersebut terdapat indikasi atau dugaan pelanggaran keras terhadap bintang Mesir yakni Mohamed Salah, yang luput dari pengamatan.

Usai laga tersebut, pelatih kepala Timnas Mesir, Hossam Hassan, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya dan melontarkan kritik pedas.

“Saya katakan apa yang saya pikirkan tanpa peduli konsekuensinya. Ini jelas-jelas sudah diatur dan semua orang di stadion melihatnya. Jika mereka memang sangat ingin Argentina dan Messi menang, untuk apa mengundang negara lain bertanding?” kecam Hassan.

Argentina Membantah: “Teknologi VAR Menghapus Ruang Manipulasi”

Menanggapi tudingan miring yang mengarah pada skuad asuhannya, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, langsung angkat bicara.

Scaloni menilai narasi konspirasi tersebut sengaja dibesar-besarkan oleh media sosial untuk menciptakan kontroversi.

​”Media sosial memperbesar segalanya sehingga kontroversi cepat menyebar. Namun, tidak ada keberpihakan sama sekali. Di era teknologi sekarang, hampir mustahil untuk mengatur atau membantu tim tertentu di lapangan,” tegas Scaloni.

FIFA Bungkam, Tensi Sosial Media Meningkat Tajam

Meskipun petisi di situs argentinaout.com terus merangkak naik dan mendekati rekor tanda tangan terbanyak dalam sejarah kampanye olahraga, pihak FIFA hingga kini masih memilih bungkam dan tidak mengeluarkan pernyataan resmi.

Para analis meyakini petisi ini tidak akan mengubah keputusan apa pun atau membatalkan status Argentina di kompetisi.

Kendati demikian, fenomena meledaknya petisi usir Lionel Messi hingga belasan juta tanda tangan ini menjadi bukti adanya krisis kepercayaan publik global terhadap integritas dan netralitas penyelenggaraan turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut. (***)