Nasional.id – Wilayah Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), puluhan kali diguncang gempa sejak Eabu malam (8/4/2026) hingga Kamis pagi (9/4/2026l, mengakibatkan ratusan rumah warga rusak.
Dua desa yang mengalami dampak paling signifikan yakni Desa Terong dan Desa Lamahala. Hingga Kamis pagi, jumlah rumah rusak di kedua wilayah tersebut diperkirakan telah menembus angka seratus unit, meski pendataan masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat.
Camat Adonara Timur, Ismail Daton Ban, menyebut bahwa selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan puluhan warga mengalami luka-luka.
“Total ada sekitar 20 warga yang terluka, masing-masing 15 orang dari Desa Terong dan 5 orang dari Desa Lamahala,” ujarnya.
Berdasarkan data dari Stasiun Geofisika Kupang, gempa utama tercatat berkekuatan Magnitudo 4,7 yang terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 23.17 WIB. Titik gempa berada di darat, sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman dangkal sekitar 5 kilometer.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Getarannya dirasakan cukup kuat oleh warga di Flores Timur hingga Lembata dengan intensitas mencapai skala III hingga IV MMI.
Tak lama berselang, gempa susulan kembali terjadi pada Kamis dini hari dengan kekuatan Magnitudo 3,8. Pusat gempa berada sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 3 kilometer.
“Gempa susulan ini masih merupakan rangkaian dari gempa utama sebelumnya,” jelas Arief.
Hingga Kamis pagi pukul 10.15 Wita, tercatat sedikitnya 60 kali gempa susulan mengguncang wilayah tersebut. Kondisi ini membuat warga diliputi kekhawatiran dan sebagian memilih mengungsi sementara ke tempat yang dianggap lebih aman.
Pemerintah daerah bersama tim terkait saat ini masih melakukan pendataan kerusakan serta penanganan terhadap warga terdampak. ***


Tinggalkan Balasan