Nasional.id – Hujan yang terus menerus mengguyur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), membuat sejumlah wilayah di kabupaten tersebut dilanda banjir dan merenggut dua korban jiwa, Jumat (8/5/2026).
Dua orang korban tewas yakni seorang wanita yang telah lanjut usia (lansia) berusia satu abad bernama Naimah dan seorang bocah laki laki bernama Muhammad Arsyah berusia enam tahun.
Naimah ditemukan tewas tenggelam di dalam rumahnya yang tergenang banjir di Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Saat kejadian, nenek Naima dilaporkan sedang berada seorang diri di dalam rumah.
Kondisi fisik yang sudah renta diduga membuat korban tak mampu menyelamatkan diri saat debit air meningkat drastis masuk ke dalam rumah.
Warga setempat baru menyadari situasi darurat tersebut ketika genangan air sudah nyaris merendam seluruh bagian bangunan.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Pihak kelurahan langsung turun ke lokasi untuk mendampingi keluarga dan membantu seluruh proses hingga pemakaman,” ungkap Lurah Bajoe saat berada di rumah duka.
Sementara bocah laki-laki berusia 6 tahun tersebut, dilaporkan tewas setelah terseret arus banjir yang begitu deras. Mayat bocah malang tersebut ditemukan di got tidak jauh dari rumahnya di Panyula, Kecamtan Tantete Riattang Timur, Kabupaten Bone.
Hingga saat ini, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Bone masih berjaga di titik-titik rawan. Banjir tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga akibat akses jalan yang terputus.
Pemerintah setempat mengeluarkan peringatan keras agar warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan akibat cuaca yang belum menentu. ***


Tinggalkan Balasan