Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir mengungkapkan bahwa penyidik telah mengumpulkan sejumlah barang bukti digital, termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

“Bukti digital seperti rekaman CCTV sedang dianalisis lebih lanjut untuk membantu mengidentifikasi pelaku,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya dua orang saksi dalam rangka mengungkap pelaku penyerangan.

Kasus ini mencuat setelah Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, diserang oleh orang tak dikenal menggunakan air keras pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jakarta Pusat.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar serius di sekitar 24 persen bagian tubuhnya dan saat ini masih menjalani perawatan intensif.

Peristiwa penyerangan terhadap aktivis hak asasi manusia tersebut memicu perhatian luas dari publik dan berbagai kelompok masyarakat sipil yang mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut. ***