Nasional.id – Barcelona mulai bergerak di bursa transfer dengan satu fokus utama yaitu mencari penyerang baru sebagai antisipasi berakhirnya era Robert Lewandowski. Namun, kondisi keuangan klub membuat langkah mereka tidak bisa leluasa, sehingga strategi perekrutan pun harus lebih realistis.

Kontrak Lewandowski akan habis pada akhir musim ini, sementara negosiasi perpanjangan belum menunjukkan titik terang. Selain faktor usia yang mendekati 38 tahun, tuntutan gaji sang striker juga menjadi pertimbangan serius bagi manajemen FC Barcelona.

Dalam situasi tersebut, Barcelona sempat mengarahkan radar ke nama besar seperti Julián Álvarez. Penyerang milik Atlético Madrid itu dinilai cocok untuk menjadi ujung tombak baru. Namun, harga transfer yang diperkirakan mencapai 130 hingga 150 juta euro membuat opsi ini sulit direalisasikan.

Keterbatasan finansial memaksa Barcelona mencari alternatif yang lebih terjangkau. Salah satu nama yang kini mencuat adalah Fisnik Asllani, striker muda yang bermain untuk TSG Hoffenheim.

Di usia 22 tahun, Asllani dianggap memiliki potensi jangka panjang. Performanya juga cukup menjanjikan, dengan kontribusi gol dan assist yang meningkat signifikan musim ini. Selain itu, nilai klausul pelepasannya yang berada di kisaran 22 hingga 29 juta euro membuatnya menjadi opsi yang lebih rasional bagi Barcelona.

Faktor lain yang memperkuat peluang transfer ini adalah kecocokan dengan proyek pelatih Hansi Flick, yang dikenal gemar mengembangkan pemain muda. Asllani dinilai bisa tumbuh dalam sistem permainan yang menuntut mobilitas tinggi dan agresivitas di lini depan.

Pihak agen pemain juga mengonfirmasi adanya komunikasi awal dengan Barcelona. Meski belum ada kesepakatan resmi, sinyal ketertarikan tersebut menunjukkan bahwa Asllani masuk dalam daftar prioritas klub.

Dengan kondisi saat ini, Barcelona tampaknya harus menerima realita yakni mendatangkan bintang mahal bukan lagi pilihan utama. Sebaliknya, pendekatan cerdas dengan memburu pemain muda potensial menjadi solusi paling logis untuk menjaga daya saing tim di tengah keterbatasan finansial. ***