Camat Bantaeng, Andri Pawiloi berikan apresiasi kepada 22 Mahasiswa(i) KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 usai menggelar seminar program kerja di Kantor Kecamatan Bantaeng pada Senin (05 Januari 2026).

Ditemui Nasional.id usai seminar digelar, Camat Bantaeng Andri Pawiloi Karaeng Tompo, mengatakan bahwa program kerja yang dipaparkan oleh adik-adik Mahasiswa(i) KKN Unhas kepada kami, itu sangat luar biasa.

“Mengusung tema perempuan dan perlindungan anak, program kerja adik-adik KKN ini saya melihatnya sangat cocok dengan kondisi yang terjadi saat ini di Kabupaten Bantaeng,” kata Andri Pawiloi Karaeng Tompo.

“Beberapa materi program kerja yang dipaparkan seperti pencegahan pernikahan anak usia dini, itu sangat bagus. Bahkan saya akan usulkan ada Peraturan Bupati untuk pencegahan pernikahan anak usia dini itu di Bantaeng,” ungkap Camat Andri Pawiloi.

Dijelaskan oleh Camat Andri Pawiloi bahwa Peraturan Bupati tentang larangan pernikahan anak usia dini itu, juga bisa meminimalisir angka stunting di Bantaeng.

“Kebanyakan anak-anak yang menikah di usia dini itu minim pengetahuan tentang merawat anak, sehingga edukasi tentang pernikahan anak usia dini sangat diperlukan untuk memberikan anak-anak kita pengetahuan tentang itu. Bukan cuma enaknya jadi pengantin baru yang dipikirkan, karena yang perlu dipikirkan selanjutnya adalah bagaimana harmonisasi keberlanjutan hubungan suami istri si anak yang menikah di usia dini,” jelas Camat Andri Pawiloi.

“Kami berharap agar program kerja adik-adik KKN ini bisa tuntas dikerjakan selama 40 hari kedepan masa KKN di Kecamatan Bantaeng,” ungkap Camat Bantaeng.

Adapun program kerja yang dipaparkan oleh KKN Unhas Gelombang 115 dihadapan Camat Bantaeng bersama beberapa Lurah di Kecamatan Bantaeng disaksikan Putri Nurdin (Ketua Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit Bantaeng), adalah sebagai berikut:

1. Puspaga.
– Diversifikasi sampah kopi untuk kemandirian finasial anak merupakan program pemberdayaan anak korban kekerasan di Kabupaten Bantaeng melalui pelatihan mengolah sampah kopi menjadi pengharum ruangan yang bernilai jual.
Program ini mengintegrasikan terapi psikososial untuk pemulihan trauma sambil pelatihan keterampilan sehingga meningkatkan kepercayaan diri anak.

– Pencegahan Pernikahan usia anak karena remaja waktunya berkarya, bukan menikah.
Sosialisasi pernikahan anak usia dini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang dampak pernikahan dini bagi kesehatan, sosial dan hukum yang akan didapatkan agar menambahkan kesadaran diri.

– Peran orangtua dalam mencegah pernikahan usia anak dalam dampak keluarga dan konsekuensi hukum.
Program ini menggunakan metode sosialiasasi sebagai sarana dalam menyampaikan dampak dari pernikahan usia anak-anak bagi keluarga serta hukum yang mengatur sebagai salah satu bentuk preventif guna menuunkan kasus akibat pernikahan usia anak.

– Pendidikan seksualitas anak usia 5 hingga 7 tahun melalui pendekatan interaktif untuk pencegahan pelecehan seksual.
Program ini bertujuan untuk pengembangan batasan diri anak sebagai sarana interaktif dalam menyampaikan materi pendidikan seksualitas yang sesuai usia meliputi kesadaran tubuh, batasan privasi dan pencegahan pelecehan seksual sebagai bentuk preventif melalui sosialisasi dalam bentuk elemen puzzle yang digunakan sebagai alat edukasi untuk anak.

– Eco home industry berupa pemberdayaan perempuan melalui sabun dari minyak jelantah.
Program ini bertujuan memberdayakan perempuan melalui pengoalahan limbah minyak jelantah menjadi sabun ramah lingkungan.
Kegiatan ini meliputi edukasi, pelatihan keterampilan dan pedampingan usaha guna meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong kemandirian ekonomi.

– Menciptakan ruang aman ekspresi bagi anak rentan bullying melalui kampanye digital interaktif pada kelas 4 sampai kelas 6 SD.
Program ini mengangkat kampanye digital sebagai media edukatif interaktif untuk meningkatkan kesadaran anak SD kelas 4 hingga kelas 6 terhadap perilaku bullying dan materi disampaikan dengan bahasa yang sesuai usia melalui permainan digital, video animasi, cerita edukatif dan aktivitas reflektif yang mendorong partisipasi aktif siswa.

– Pojok aman atau ruang edukasi dan perlindungan perempuan dan anak.
Pojok kanan adalah ruang edukatif dan aman yang disediakan untuk memberikan informasi, pendampingan awal serta dukungan psikologis terkait isu pemberdayaan perempuan pencegahan kekerasan seksual dan bullying.

2. YBH Perempuan dan Anak Bangkit.
Program kerja utama:
Sekolah ceria tanpa bully adalah program kerja yang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai bullying serta mendorong terbentuknya sikap menolak kekerasan dan menghargai sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Program kerja individu 1:
Program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran serta rasa bangga pada anak-anak mengenai pentingnya melestarikan aksara lontara sebagai identitas budaya lokal sejak usia dini.
Selain memperkenalkan bahasa daerah, ini fokus pada peningkatan kemampuan dasar anak-anak dalam membaca dan menulis aksara lontara melalui metode interaktif. Dengan demikian diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal warisan leluhurnya, tetapi juga mampu menjadi keberlangsungan budaya Bugis Makassar di masa depan.

Program kerja individu 2:
– Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Bantaeng tentang cara mengakses layanan bantuan hukum ramah perempuan dan anak.
– Mendukung proses digitalisasi informasi hukum di Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit melalui pemanfaatan platform video dan media sosial.
– Menyusun dan memproduksi video profil Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak bangkit yang memuat informasi dasar tentang layanan bantuan hukum dan hak-hak perempuan dan anak.

Program kerja individu 3:
Remaja cerdas bebas busur adalah program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja membentuk sikap positif dan mencegah timbulnya normalisasi kekerasan antar remaja yang dapat berakibat stigma negatif dari masyarakat umum kepada generasi muda dengan fokus peningkatan kesadaran hukum terkait konsekuensi pidana pada kekerasan remaja sekaligus bertujuan mewujudkan remaja sadar hukum.

Program kerja individu 4:
Edukasi sekolah ramah anak sebagai upaya pencegahan bullying dan kekerasan sejak dini adalah bertujuan untuk memahami perilaku yang tidak dapat diterima, menumbuhkan Sikap saling menghargai, meningkatkan kemampuan melindungi diri dan mendorong keberanian melapor saat merasa tidak aman.

Program kerja individu 5:
Alasan kami berdiri untuk perempuan dan anak di balik layar adalah program yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada publik mengenai visi dan misi Yayasan bantuan hukum perempuan dan anak bangkit guna menghapus rasa takut atau pandangan di dalam mencari perlindungan hukum.
Program ini sangat ditujukan untuk membangun hubungan emosional antara masyarakat dengan lembaga hukumnya, sehingga inilah yang menjadi ujung terciptanya kepercayaan bahwasanya bantuan hukum dapat diakses secara tulus tanpa adanya diskriminasi dari pihak manapun.

Program kerja individu 6:
Inovasi sarabba rumput laut di tangan perempuan pesisir Bantaeng.
Program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan baru yang aplikatif, meningkatkan nilai ekonomi rumput laut serta memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga.

3. Perlindungan Perempuan dan Anak di Polres Bantaeng.
Penyuluhan hukum mengenai perlindungan Anak terutama pembullyan, kekerasan terhadap anak dan pernikahan dini.
Program ini memberikan edukasi tentang bahaya pembullyan, kekerasan terhadap anak dan pernikahan dini.
Menumbuhkan kesadaran hukum agar anak berani melapor dan mendapatkan perlindungan.
Mendorong peran aktif keluarga, sekolah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Sosialisasi terpadu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui peran unit PPA Polres Bantaeng dengan pendekatan media edukasi kreatif.
Melalui KKN tematik pemberdayaan perempuan dan anak, dilakukan sosialisasi terpadu dengan pendekatan media edukasi kreatif berupa brosur dan video singkat untuk meningkatkan kesadaran pemahaman serta keberanian masyarakat dalam mencegah dan melaporkan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Satu bibit, sejuta harapan bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini dan mengajak anak-anak berperan aktif dalam pelestarian alam serta menjadikan bibit pohon sebagai simbol harapan dan cita-cita anak.

Pemanfaatan lapak baca sebagai sarana literasi dan pembentukan karakter anak.
Program ini bertujuan pemanfaatan lapak baca sebagai sarana literasi menjadi media yang strategis karena mampu menghadirkan ruang belajar yang ramah menyenangkan dan mudah diakses oleh anak. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan dalam membentuk anak yang literatur serta memiliki sikap sosial yang positif.

Penguatan edukasi karakter anak melalui literasi keuangan dan pencatatan pembukuan keuangan digital sederhana.
Program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai akuntansi ke dalam pendidikan karakter anak, melalui literasi keuangan dan pencatatan keuangan digital sederhana yang mudah dipahami dan menyenangkan.
Program ini sekaligus menjadi bentuk pendekatan preventif unit PPA Polres Bantaeng dalam menciptakan anak yang berdaya, sadar hak dan memiliki pondasi karakter kuat.

Penyuluhan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui peran Ibu PKK sebagai agen edukasi keluarga.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan peran aktif Ibu PKK dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Diharapkan, Ibu PKK mampu menjadi pelopor edukasi dan pendamping keluarga di tingkat desa.

Program Kerja KKN Gelombang 115 Unhas ini dibagi 3.

Proker pertama adalah sosialisasi mengenai perlindungan anak, eksploitasi anak, bully, pelecehan pernikahan dini dan kesehatan mental (Anak-anak sekolah).

Proker kedua adalah sosialisasi mengenai Perlindungan Anak Pernikahan Dini kesehatan mental (Masyarakat umum).

Proker ketiga adalah kotak surat atau aduan (Masyarakat umum).