Nasional.id – Polemik terkait isi rekaman suara antara Direktur PDAM Bantaeng bersama salah satu Kontraktor yang beredar di platform media sosial grup whatsapp dan grup facebook pada pertengahan Januari 2026, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati dunia perpolitikan di Bantaeng.

Rekaman suara berdurasi 4 menit 5 detik itu menjadi viral setelah beberapa pemerhati dunia perpolitikan di kabupaten Bantaeng menjadikan isi rekaman tersebut sebagai topik pembicaraan.

Dalam rekaman suara tersebut, terdengar suara Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi yang berkomunikasi dengan salah satu Kontraktor bernama Alwi dan berbicara tentang proyek dari Bupati yang akan diberikan ke Alwi.

Isi rekaman suara itu terdengar sangat jelas, ada percakapan mengenai transaksi sebuah proyek dan disebutkan kalau tidak mau kerja, seseorang akan dibayar Rp50 juta dan biar nanti itu proyek dikerja sama tim.

Setelah media ini mendatangi lokasi proyek yang dimaksud dalam rekaman suara itu, diketahui proyek tersebut adalah program dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng.

Kadis Pertanian, Mahyudin saat ditemui usai menghadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj (16-01-2026) dan ditanyakan perihal proyek di Lannying Desa Bonto Lojong itu menjawab bahwa memang benar itu proyek adalah program Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng.

Ketika ditanyakan kenapa proyek Dinas Pertanian diatur sama Direktur PDAM Bantaeng, Kadis Mahyudin menjawab: “Itu diluar jangkauan saya”.

“Saya belum dilantik sebagai Kadis Pertanian, program itu sudah ada,” kata Kadis Mahyudin.