Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin meninjau proses kultur jaringan benih kentang yang berada di Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Benih Hortikultura dan Perkebunan Bantaeng, di Jalan Poros Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere. Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam tinjauan program yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unhas tersebut, Bupati Bantaeng didampingi Dosen Fakultas Kehutanan Unhas, Putri Fatimah Nurdin.

Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini mengungkapkan, Kabupaten Bantaeng akan kembali lagi menjadi daerah penghasil benih kentang terbaik di Sulsel. Sehingga para petani tidak akan memesan benih kentang lagi di daerah lain.

“Salah satu keluhan petani kita adalah kesulitan mencari bibit, sehingga mereka membeli bibit itu rata-rata di Jawa. Alhamdulilah, sekarang kita bisa kembali produksi bibit kentang terbaik, dan insya allah akan didisitribuskan ke petani kita,” ungkap Uji Nurdin.

Bupati Bantaeng itu juga memberikan apresiasi kepada Tim Pendamping Fakultas Pertanian Unhas yang telah melakukan kerjasama yang baik, agar petani Bantaeng menghasilkan benih terbaik.

“Ini kerja sama Pemkab Bantaeng dengan Fakultas Pertanian Unhas, dan ini terbukti sangat membantu masyarakat kita. Insya allah, target kita menjadi daerah penghasil benih terbaik berbasis teknologi, bisa kita wujudkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unhas, Prof Tuti Kuswinanti mengungkapkan, sebanyak lima komoditi yang dikembangkan bersama Pemkab Bantaeng dan Fakultas Pertanian Unhas. Diantaranya kakao, jagung, padi, bawang merah, dan kentang.

“Dengan ketersediaan benih berkulitas di Bantaeng. Kami yakin akan meningkatkan perekonomian petani dan membantu citra Bantaeng menjadi salah satu produsen benih terbaik di Indonesia,” kata Prof Tuti Kuswinanti.
*(Humas Kominfo Pemkab Bantaeng).