• Minggu, 27 November 2022

Pembalakan Liar di Subang Jabar, 3 Kecamatan ini Terancam Krisis Air Bersih

- Minggu, 25 September 2022 | 11:07 WIB
Pembalak liar di subang Jawa Barat (Jabar) (Foto: dok, aktivis lingkungan hidup)
Pembalak liar di subang Jawa Barat (Jabar) (Foto: dok, aktivis lingkungan hidup)

Nasional.id - Pembalak liar di lahan resapan air Eks HGU PTP VIII di Blok Puncak Halimun Kawasan dekat Cagar Alam Gunung Tangkuban Perahu, Subang, Jawa Barat, berhasil dihentikan warga.

Warga dan kalangan aktivis lingkungan hidup Kabupaten Subang khawatir bila musim hujan tiba bakal terjadi bencana banjir dan tanah longsor serta krisis air bersih yang bakal melanda tiga wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Ciater, Sagalaherang dan Jalancagak.

Pembalakan hutan di Blok Halimun Desa Ciater Kecamatan Ciater merupakan kawasan hulu Kabupaten Subang.

Baca Juga: Mahasiswa Unusia Jadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Dosen, Kaprodi Minta Polisi Turun Tangan

Anwar Black selaku aktivis lingkungan hidup mengatakan, pembalakan pohon merupakan kejahatan.

Pasalnya wilayah tersebut merupakan lahan resapan air dan dipastikan akan berdampak pada sumber mata air hingga krisis air bersih.

"Dan tentunya bencana alam banjir serta longsor akan mengintai kita bila pembalakan liar itu terus terjadi, untungnya cepat diketahui dan dihentikan," tutur Anwar Black kepada Nasional id, ditemui Sabtu (24/9/22).

"Mari kita sama-sama menjaga alam ini untuk lebih peduli, bukan digunduli semaunya, saya ingatkan kepada para Investor, dan pemerintah serta Dinas terkait, sebelum melakukan pekerjaan (proyek) lihatlah letak kawasan yang akan di bagun, kedepankan Amdal (analis dampak lingkungan) disertakan penelitian dan kajian lalu di musyawarahkan dengan melibatkan pemerintah (dinas terkait) pengiat sosial, aktivis lingkungan, masyarakat sekitar serta stakeholder lainnya," imbuhnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Bawen Arah Semarang, 5 Korban Tewas 7 Luka-luka, ini Identitas Korban

“Apapun alasannya, yang namanya merusak lingkungan harus diadili. Saya mengimbau kepada semua pihak, khususnya para investor jangan memikirkan kepentingan diri sendiri, pikirkanlah dampaknya, jangan berpikir sempit karena berpikir sempit akan merugikan masyarakat banyak," tegasnya

Halaman:

Editor: Heri Siswanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X