Biadab, Gegara Sering Mabuk dan Nonton Film Porno, Pria ini Perkosa Ibu Kandung dan Adik Kandung Usia 7 Tahun

- Rabu, 28 Desember 2022 | 09:56 WIB
ST (18) sesaat setelah diamankan  (foto: istimewa)
ST (18) sesaat setelah diamankan (foto: istimewa)

Nasional.id - Seorang pria di Lampung Selatan berinisial ST berusia 19 tahun, ditangkap dan dijebloskan ke rumah tahanan polisi karena diduga telah memperkosa adik kandungnya yang baru berusia 7 tahun.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP Edwin kepada wartawan membenarkan hal itu, dia mengatakan bahwa ST bukan hanya memperkosa adik kandungnya bahkan ibunya sendiri pun pernah dia perkosa.

Aksi bejat ST, kata Edwin, baru terungkap setelah adik kandungnya atau korban mengadu kepada tetangganya karena mengeluh sakit pada bagian kelaminnya setiap kali korban buang air kecil.

"Jadi pada Senin kemarin (26/12/22), adiknya (korban) mengeluh sakit saat buang air kecil. Saat menahan sakit itu, tetangganya tahu dan ditanya penyebabnya. Akhirnya (korban) mengaku bahwa (dirinya telah) ditiduri kakaknya, para tetangga akhirnya melaporkan perbuatan ST ke Polsek Katibung," ujar Edwin, dikonfirmasi Selasa (27/12/2022).

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dan akhirnya ST pun diamankan di Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan.

Saat diinterogasi, S mengakui perbuatannya telah memperkosa adik kandungnya dan ibu kandungnya.

ST mengaku memperkosa ibu kandungnya pada tahun 2019 silam, usai memperkosa ibu kandungnya ST mengusir ibu kandungnya dari rumah lalu dia memperkosa adik kandungnya yang masih umur 7 tahun.

"Pelaku (ST) ini marah dan mengamuk kemudian ibunya diusir. Ibunya lari karena ketakutan. Kemudian adiknya yang berusia 7 tahun disekapnya di rumah dan dipaksa melayani (nafsu bejat) pelaku dengan cara dirobek semua baju adiknya," terang Edwin.

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Lampung Selatan, ST dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dan undang-undang lain terkait pelecehan dan kekerasan seksual yang disertai dengan pengancaman deengan ancaman hukuman 18 tahun penjara. (***)

 

Halaman:

Editor: Heri Siswanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X