Nasional.id – Polres Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan peredaran narkoba dan minuman keras (miras) ilegal selama Januari hingga April 2025.

Sebanyak 21 kasus narkotika berhasil diungkap, dengan total 33 tersangka diamankan.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Yasmara Harahap, dalam konferensi pers Jumat (23/5/2025), menyebutkan bahwa dari total barang bukti yang disita, 105,7 gram sabu telah dimusnahkan.

Sisanya digunakan untuk keperluan uji laboratorium dan proses hukum. Selain sabu, polisi juga menyita 26,71 gram ganja.

“Sebagian besar tersangka merupakan pengedar dan pemakai, termasuk dua perempuan yang berperan sebagai perantara,” ujar Yasmara.

Wilayah paling rawan peredaran narkoba tercatat di Kecamatan Labuapi dan Batulayar. Sementara sebagian besar barang haram tersebut berasal dari luar Lombok Barat.

Selain narkoba, polisi juga menyita ribuan liter miras ilegal dari operasi rutin yang ditingkatkan (KRYD).

Di antaranya 190 liter tuak, 168 botol brem, 55 botol anggur merah, serta puluhan botol bir berbagai merek.

Polres Lombok Barat bekerja sama dengan pemerintah daerah, BNN, dan sejumlah puskesmas untuk memperluas pencegahan dan rehabilitasi penyalah guna narkoba secara gratis.

“Kami ingin Lombok Barat menjadi kabupaten yang aman, bersih dari narkoba dan miras ilegal,” tegas Kapolres.

Pemusnahan barang bukti disaksikan perwakilan kejaksaan, pengadilan, Kodim 1606, dan tokoh masyarakat.

Reporter: Rian I Editor: Redaksi